Minggu, 01 Desember 2013

4 mazhab utama pun tidak seragam pendapatnya dalam menentukan hukum menghias Masjid

0 komentar

1. Al-Hanafiyah
Al-Hanafiyah beranggapan bahwa tidak mengapa untuk menghias masjid dengan beragam ukiran dan kaligrafi. Asalkan bukan pada bagian mihrabnya. Alasannya, agar orang yang shalat tidak terganggu konsentrasinya. Yang dimaksud ukiran di masjid adalah membuat hiasan dengan tatahan emas atau perak.
Namun bila dana yang digunakan untuk hiasan itu berasal dari harta waqaf secara umum yang niatnya untuk masjid, menurut beliau hukumnya haram. Jadi yang boleh adalah harta dari seseorang yang niatnya memang untuk keperluan perhiasan itu.

Kamis, 21 November 2013

Pengaruh Luar terhadap Kaligrafi Islam

0 komentar
             Kaligrafi Islam konterporer yang saat ini sering digabungkan dengan seni rupa konterporer telah menjadi fenomena internasional. Sebagaimana seni rupa umumnya, ia pun berkembang bersama gelombang perubahan yang lebih luas bahkan acapkali melabrak batas-batas “ grammar” yang sebelumnya disucikan.
Terseretnya khat arab ke dalam arus perubahan yang dramatis ini dikarenakan alphabetnya sangat toleran dijadikan ( dan selalu mencangkup) “ ekspresi segala sesuatu”. Sememntara itu, sejarah kaligrafi itu sendiri sebenarnya adalah sejarah penemuan dan pemburuan gaya-gaya.

KALIGRAFI KONTEMPORER

0 komentar


Dalam perjalanan, kaligrafi arab yang lebih sering menjadi alat visual ayat-ayat Al-Quran, tumbuh tertib mengikuti rumus-rumus berstandar (al khat al-mansub) olhan ibnu Muqlah yang sangat ketat. Standarisasi yang menggunakan alat ukur titik belah ketupat, alif dan lingkaran untuk mendisain huruf-huruf itu mencerminkan “etika kaligrafi” dan kepatuhan kepada :kaidah murni” aksara arab. Terutam bagi pemula, berpegang teguh pada kaidah khattiyah ini sangat penting. Mengetahui seluk beluk aliran kaligrafi dan tata cara penulisan nya tidak saja akan memperkokoh kredibilitas tulisan pada komposis yang serasi (insijam wa mula’amah). Lebih dari semua nya, sang karya dapat di pertanggungjawabkan sebagai hasil pencapaian yang “utuh”(al-kamil).
Sebagai hasil dari ikhtiar itu, lahirlah aliran-aliran kaligrafi yang beragam. Dimulai dari penggembangan Al-Aqlam Al-Sittah(Sulus,Nakhi,Muhqqaq,Rayhani,Tawqi,dan Riqa) di masa pemerintahan Bani Umayyah yang dikembangkan di masa Bani Abbas sebagai era kebangkitan kedua pasca khat Kufi dan kaligrafi kursif kuno sesudahnya. Dari enam gaya tulisan yang populer dengan sebutan Shish Qalam di pesta Persia ini berkembang pula ratusan gaya lain. Samapi abad 20, gaya-gaya itu menunjukan fluktuasi perkembangan yang dinamis, meskipun akhirnya hanya meninggalkan sekitar tujuh gaya tulisan modern Naskhi, Sulus, Farisi, Diwani Jali, Kufi, dan Riq’ah. Gaya-gaya tulisan itu masih berkutat pada standar  system Ibnu Muqlha tanpa mengalami perubahan yang berarti.


Namun belakangan, muncul gerakan menjauhkan diri dari kebekuan ikatan-ikatan baku di atas. Kreasi mutakhir yang “menyimpang” dari grammar lama ini populer dengan sebutan “Kaligrafi Kontemporer”, merunjuk pada gaya masa kini yang penuh dinamika dan kreatifitas dalam mencipta karya yang serba aneh dan unik.

Pembatasan Masa Kontemporer

Secara terminologis, kata ‘kontemporer’(yang dalm bahasa Inggris nya contemporary dan bahasa Arab nya             معاصر  atau         حديث      ), berarti ‘zaman sekarang’ atau ‘masa kini. Kata ini menunjukan ‘suatu prieode’ atau ‘suatu angkatan’ yang paling baru. Jika suatu angkatan melewati  masa waktu puluhan atau ratusan tahun, dapat dipastikan bahwa ‘angkatan kontemporer’ berada pada beberapa puluh tahun berselang.
Jika berbagai literatur menunjuk pada angka tahun 70-an sebagai titik awal kebangkitan seni rupa kontemporer, hal ini dapat dimaklum dan bias menjadi keyakinan kerena sampai tahun-tahun terakhir sebelum itu, kata ‘kontemporer’ tidak banyak di kenal kalanagan seni rupa. Jauhar Arifin memasukkan awal sampai pertengahan abad 20 yang di tandai dengan kecamuk Perang Dunia I dan II yang membawa perubahan dalam bidang seni rupa,baik material, fisik, mental, maupun spiritual sebagai periode seni rupa modern, bukan kontemporer.
Meskipun kaligrafi dapat dimasukkan ke bagian seni rupa, namun tidak harus mengikuti corak periodisasi seni rupa secara utuh. Kendatipun begitu, tidak dapat disangkal bahwa gaya kaligrafi Islam “kontemporer”, “modern” atau ”masa kini” tidak lepas dari perjalanan dan bisa pengaruh seni rupa modern yang merupakan fenomena konsep dan realitas di tengah lalu lintas perjalan seni rupa di seluruh pelosok dunia


     Contoh gaya tugra dan model animasi gaya Persia. Model kelahiran gaya kaligrafi kontemporer
Mungkin secara kebetulan, dalam proses perkembangannya, seni rupa modern yang awalnya tumbuh di Barat, merebet ke Timur Tengah dan bagian-bagian dunia Islam yang lain termasuk Indonesia. Abdelkebir Khatibi dan Mohammed Sijelmassi memprediksi adanya hubungan kuat Barat-Timur tersebut, kerena tulisan yang merupakan bagian dari seni grafis berhubungan erat dengan seni-seni lain seperti menggambar, melukis,dan arsitektur. Di sini lukisan bergabung dalam satu latar kesatuan unit media seperti dinding mesjid atau kanvas lukisan. Olek kerana itu, meskipun seni lukis tumbuh indenpenden, kenyataan nya secara konstan mengikuti dan diikuti irama seni secara kreatif.

Gejala ini muncul terutama tahun 70-an dan berkembang lebih ringas di tahun 80-an yang di ikuti oleh pameran-pameran yang luas di Eropa dan Negara-negara Islam termasuk Indonesia.
Namun, tanda-tanda dan yang mengarahkan  pada model kaligrafi “bebes” atau “dibebaskan” ini sudah berlangsung sebelum tahun-tahun tersebut dan tidak semata dipengaruhi seni rupa Barat. Pertama, hasrat “perburuan” terhadap penemuan-penemuan baru da kalangan khattat (kaligrafer) selalu mengebu yang sampai pada titik kulminasi di mana kreasi ditujukan untuk mencapai karya-karya masterpiece yang dihulung.
 Selanjutnya, seni kaligrafi maju lagi kepada konsep kreatif yang lebih filosof di masa Turki Usmani dan kerajan-kerajaan Islam Persia, seperti Ilkhaniyah, Timuriyah, dan Safawayah. Karya-karya unik ini menonjol pada gaya Tugra dari Turki Usmani dan pola-pola animasi dari persi. Kedua, sifat plastis yang dimiliki kaligrafi Arab,memudahkan beradabtasi dengan pengaruh-pengaruh luar yang memuncak dengan kehadiran pengaruh seni rupa Barat di hujung abad 20, terutama dalam titimangsa 20-an terakhir pada tahun 70-an.

Seni rupa islam kontemporer –yang di dalamnya termasuk kaligrafi, menurut kritikus dan korator seni rupa Merwan Yusuf  memang bisa membuat masyarakat terkejut, kerna kehadiran nya yang tiba-tiba populer di tahun 70-an. Padahal, ia tidak muncul begitu saja, melainkan melalui pergumulan ided yang panjang. Jadi, sejak penghujung dasawarsa 1970-an, seni kaligrafi islam mulai melanda semangat posmodernisme. Bahkan , jauh sebelum posmodernisme berkembang menjadi jargon.

KALIGRAFI KONTEMPORER

0 komentar
         
Pendahuluan

Secara terminology kaligrafi kontemporer berasal dari bahasa asing yang berarti zaman sekarang atau masa kini.
Di katakan demikian, karena kaligrafi ini menjauhkan diri dari ikatan-ikatan baku, dan menyimpang dari aturan lama dengan merajuk pada gaya masa kini yang pernah dinamika dan kreatiftas dalam menciptakan karya yang serba aneh dan unik.
Dipercaya bahwa tahun ke 70-an merupakan titik awal kebangkitan angkatan seni rupa komtemporer. Ini mungkin di karenakan proses perkembangan seni rupa modern yang awalnya tumbuh di barat merabat ke Timur Tengahdan bagian-bagian dunia islam yang termasuk Indonesia.

Rabu, 20 November 2013

Bagaimanakah cara untuk mempelajari Khat dengan berkesan?

0 komentar
Cara yang berkesan:

• Belajar di bawah pengawasan dan bimbingan guru yang terlatih dan berpengalaman dengan asas pelajaran penulisan seperti kedudukan yang betul, cara memegang kalam, kaedah yang betul mengasah kalam dan memotong mata kalam yang yang sesuai bagi jenis khat, cara meletakkan mata kalam di atas kertas, teknik meletakkan bekas dakwat dan menerangkan cara meletakkan span di dalamnya sehingga mencelup kalam khat itu dakwat setakat yang dikehendaki

Selasa, 22 Oktober 2013

Mengolah Qalam untuk menulis Kaligrafi

0 komentar

 Subtansi kaligrafi adalah untuk memberikan goresan yang indah, menarik dan bagus. Untuk menjadikan sebuah goresan ini bagus dan menarik maka diperlukan beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya yaitu pengelolaan qalam (pena) . namun pengelolaan di sini tidak terfokus pada penentuan pena yang mahal, antik, atupun unik; terlebih di pentingkan pada pemotongan mata pena dan cara pengoresannya. Seorang penyair melukiskan putaran perempat dalam senandungnya.




“seperempat tulisan ada pada hitam tintannya Seperempat indahnya kreasi sang penulis.
Seperempat ada pada kalam: Engkau serasikan potongannya. Dan pada kertas-kertas
Ada faktor keempat”

Masjid Safinatullah Di Padang Luar Kabupaten Agam Sumatera Barat

0 komentar
     
Masjid Safinatullah Di Padang Luar Kabupaten Agam Sumatera Barat
Masjid Safinatullah terletak di ke nagarian Padang Luar, tepi jalan yang menghubunkan kota Bukittinggi dan kota Padangpanjang. Didirikan sekitar tahun 1980. Samping kiri kanan dan seberang jalan di depan  masjid adalah komplek bangunan roko, dan perumahan warga.

 Masjid  ini pada dasarnya adalah merupakan masjid keluarga yang mana bangunan utamanya adalah ruang tengah dan belum ada teras dan pagar. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah penduduk masjid ini mengalami perluasan dan penambahan teras di samping kiri kanan dan tingkat dua di bagian atas untuk jema'ah wanita , menara di samping kiri masjid serta di hiasi oleh taman di bagian depan sehingga membuat suasana masjid ini nyaman walaupun terletak di tepi jalan raya.
                   Penerapan seni kaligrafi di masjid ini terdapat di beberapa bagian :
1)   Di dinding Mihrab, terdapat tulisan dari surat an-Nisa' ayat 103 yang menerangkan tentang kewajiban menunaikan sholat, surat ar-Ra'du ayat 28 yang menerangkan tentang keutamaan zikir, surat ibrahim ayat 40  dan surat al-An'am ayat  162 menjelaskan tentang sholat.
2)   Pada dinding depan sebelah kanan, tertulis surat  al- Jum'ah ayat  9-10 yang menjelaskan tentang hukum sholat Jum'at.
3)   Pada dinding depan sebelah kiri, terdapat tulisan surat al-Munafiqun ayat 9-11 yang menerangkan tentang peringatan kepada orang-orang mu'min jangan sampai lalai di karenakan anak dan harta.
4)   Pada dinding depan bagian tengah, terdapat tulisan  dari surat  at-Taubah ayat 18 mengenai orang – orang yang layak memakmurkan masjid dan surat al-Baqarah ayat 45  tentang menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong, dan juga terdapat dua dari Asma ul Husna " ar-Rahman dan ar-Rahim ".
5)   Pada  tiang masjid di dinding sebelah kanan adan kiri tertulis nama para sahabat Rasul.
6)   Di kaca luar terdapat tulisan Asma ul Husna yang di tulis di atas kaca.
Penulisan kaligrafi pada masjid ini mengunakan teknik lukis dekorasi dengan media dinding , teknik menulis di media kaca dengan mengabungkan motif ornamen di sekeliling tulisan yang di ukir secara teratur dan menarik. Warna yang di pakai dalam penulisan kaligrafi ini dominan warna harmonis.


Masjid Jami’ Padang Luar Kabupaten Agam Sumatera Barat

0 komentar
Masjid Jami’  Padang Luar Kabupaten Agam Sumatera Barat

Bangunan ini terletak dikomplek perkantoran wali nagari dan adat, berdiri pada tahun 1934. Disamping kiri masjid terdapat jalan yang sudah di aspal menuju jalan raya yang menghubungi kota Bukittinggi dan kota padang dan perumahan penduduk. Disamping kiri masjid terdapat jalan setapak yang menghubungi perumahan penduduk dan di bagian depan terdapat Kantor TPA / MDA. Sedangkan kantor nagari padang luar tidak jauh letaknya dari komplek masjid tersebut kira – kira 12 m dari masjid samping sebelah kiri belakang masjid.

Seni Arsitektur dan Seni Kaligrafi Islam

0 komentar

Seni arsitektur Islam memiliki catatan sejarah yang cukup panjang. Sejak abad pertama hijriyah, seni arsitektur islam sudah mulai brkembang di arab, Syria dan Irak.seni semakin mengalami perkembangan pada masa pemerintahan dinasti Ummayah. terutama dengan didirikannya Masjid dan Istana didaerah yang di taklukkannya. Saat itu gaya bangunan Syria-Byzantium dan Persia-Sassanide lebih mewarnain seni arsitektur Islam.

Seperti Masjid Jami’ al Umawi di Damaskus dan Masjid Nabawi di madinah dan Qubhat al-Sakhradi Jarussalem. Namun harus diakui, seni asitektur Khususnya asitektur Islam termasuk yang kurang diminati oleh kebanyakan orang. Hal ini terjadi anggapan bahwa seni arsitektur ini merupakan satu disiplin ilmu yang sulit dipelajari.

Jumat, 18 Oktober 2013

Keagungan seni kaligrafi Islam

0 komentar


KALIGRAFI Islam adalah seni ruhani. “Islamic Calligraphy is a spiritual geometry brought about with material tools”, demikian Yaqut al-Musta’shimi, sang Maestro klasik, menggambarkan keagungan warisan tamaddun Islam ini. Kaligrafi Islam memang bukan sembarang karya seni rupa, karena diyakini memancarkan pesona spiritualitas. Ia pun dipersonifikasikan sebagai media ampuh yang dapat mengkomunikasikan ide-ide, sehingga Ubaidilah ibn Abbas menyebutnya dengan lisan al-yad atau lidahnya tangan.

SEJARAH PERKEMBANGAN KALIGRAFI ISLAM

0 komentar

Bangsa Arab diakui sebagai bangsa yang sangat ahli dalam bidang sastra, dengan sederet nama-nama sastrawan beken pada masanya, namun dalam hal tradisi tulis-menulis (baca: khat) masih tertinggal jauh bila dibandingkan beberapa bangsa di belahan dunia lainnya yang telah mencapai tingkat kualitas tulisan yang sangat prestisius. Sebut saja misalnya bangsa Mesir dengan tulisan Hierogliph, bangsa India dengan Devanagari, bangsa Jepang dengan aksara Kaminomoji, bangsa Indian dengan Azteka, bangsa Assiria dengan Fonogram/Tulisan Paku, dan pelbagai negeri lain sudah terlebih dahulu memiliki jenis huruf/aksara. Keadaan ini dapat dipahami mengingat Bangsa Arab adalah bangsa yang hidupnya nomaden (berpindah-pindah) yang tidak mementingkan keberadaan sebuah tulisan, sehingga tradisi lisan (komuniksai dari mulut kemulut) lebih mereka sukai, bahkan beberapa diantara mereka tampak anti huruf. Tulisan baru dikenal pemakaiannya pada masa menjelang kedatangan Islam dengan ditandai pemajangan al-Mu’alaqat (syair-syair masterpiece yang ditempel di dinding Ka’bah).

Teknik Dasar Belajar Kaligrafi

0 komentar

A. Hal Yang Disiapkan Sebelum Menulis

     Langkah-langkah yang harus dipersiapkan diantaranya yaitu:

1. Ilmu Penunjang
           Beberapa hal yang mempengaruhi gaya pemikiran dan bentuk kreativitas terkait dengan kaligrafi Arab antara lain kajian seputar al-Qur’an dan bahasa Arab serta cabang-cabang yang terkait dengannya. 

2. Bakat
     Banyak orang yang menganggap bahwa bakat merupakan satu-satunya jalan mulus untuk memperoleh sesuatu. Dalam kaligrafi, bakat hanya mempunyai peranan kecil dalam mempercepat belajar dan mendapatkan hasil. Sesungguhnya yang menentukan cepat atau lambannya belajar kaligrafi adalah latian yang kontinyu disertai kesabaran dan ketekunan.

Seni Kaligrafi (khat)

0 komentar


Seni Kaligrafi adalah: suatu karya seni yang memperindah huruf latin maupun arab atau disebutjuga seni menulis indah.
Kata Kaligrafi ini berasal dari bahasa Yunani yang disederhanakan dalam bahasa Inggris yaitu Calligraphy yang berasal dari dua suku kata bahasa Yunani yaitu Kallos dan Graph yang berarti beauty (indah) dan grapeny: to write (menulis), jadi dapat diartikan dengan tulisan indah, atau seni tulisan indah.

Jenis-Jenis Kaligrafi

0 komentar


 1. Nasakh atau naskhi
Nasakh adalah salah satu jenis khat yang paling awal berkembang. Itu pertama kali diperkenalkan oleh seorang master kaligrafer bernama Imam Muqlah pada abad ke-10. Kemudian dikembangkan lagi oleh Ibnu Bawwab dan para kaligrafer lainnya ke dalam tulisan teks al Qur'an. Karena jenis ini relatif sangat mudah dibaca dan ditulis, maka tulisan ini paling banyak digunakan oleh para muslim dan orang Arab di belahan dunia.

Khat Naskhi adalah tulisan yang sampai ke wilayah Arab Hijaz dalam bentuknya yang paling akhir, setelah lepas dari bentuknya yang kuno sebelum masa kenabian. Selanjutnya gaya tulisan yang semakin sempurna tersebut digunakan untuk urusan administrasi perkantoran dan surat-menyurat di zaman kekuasaan Islam. pada abad ke-3 dan ke-4 Hijriyah, pola-pola Naskhi bertambah indah berkat kodifikasi yang dilakukan Ibnu Muqlah (272-328 H). para ahli sejarah beranggapan, bahwa Ibnu Muqlah adalah peletak dasar Khat Naskhi dalam bentuknya yang sempurna di zaman Bani Abbas.

Jenis - Jenis Tulisan Kaligrafi atau Khot

0 komentar


 1. Nasakh atau naskhi
Nasakh adalah salah satu jenis khat yang paling awal berkembang. Itu pertama kali diperkenalkan oleh seorang master kaligrafer bernama Imam Muqlah pada abad ke-10. Kemudian dikembangkan lagi oleh Ibnu Bawwab dan para kaligrafer lainnya ke dalam tulisan teks al Qur'an. Karena jenis ini relatif sangat mudah dibaca dan ditulis, maka tulisan ini paling banyak digunakan oleh para muslim dan orang Arab di belahan dunia.

Khat Naskhi adalah tulisan yang sampai ke wilayah Arab Hijaz dalam bentuknya yang paling akhir, setelah lepas dari bentuknya yang kuno sebelum masa kenabian. Selanjutnya gaya tulisan yang semakin sempurna tersebut digunakan untuk urusan administrasi perkantoran dan surat-menyurat di zaman kekuasaan Islam. pada abad ke-3 dan ke-4 Hijriyah, pola-pola Naskhi bertambah indah berkat kodifikasi yang dilakukan Ibnu Muqlah (272-328 H). para ahli sejarah beranggapan, bahwa Ibnu Muqlah adalah peletak dasar Khat Naskhi dalam bentuknya yang sempurna di zaman Bani Abbas.

Dekorasi Kaligrafi untuk Masjid dengan Ornamen dan Hiasan Mushaf Al Quran

1 komentar
Kaligrafi Dekorasi / Kaligrafi Timbul / Dekorasi Kubah / Ornamen Masjid / Hiasan Mushaf / Lukisan Keramik / Ornamen Motif Cat Masjid

Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. dalam arti sempit, masjid merupakan tempat yg mulia di sisi Allah SWT. Karena itu Allah memberikan perhatian yg sangat khusus terhadap tempat tersebut. Sebagai seorang muslim, patut bagi kita untuk memuliakan masjid. berbagai cara dilakukan diantaranya dengan membuat masjid nyaman untuk menjadi tempat ibadah.

Seni Arsitektur dan Seni Kaligrafi Islam

0 komentar


Seni arsitektur Islam memiliki catatan sejarah yang cukup panjang. Sejak abad pertama hijriyah, seni arsitektur islam sudah mulai brkembang di arab, Syria dan Irak.seni semakin mengalami perkembangan pada masa pemerintahan dinasti Ummayah. terutama dengan didirikannya Masjid dan Istana didaerah yang di taklukkannya. 

Saat itu gaya bangunan Syria-Byzantium dan Persia-Sassanide lebih mewarnain seni arsitektur Islam. Seperti Masjid Jami’ al Umawi di Damaskus dan Masjid Nabawi di madinah dan Qubhat al-Sakhradi Jarussalem. Namun harus diakui, seni asitektur Khususnya asitektur Islam termasuk yang kurang diminati oleh kebanyakan orang. 

Rabu, 16 Oktober 2013

Pengertian Kaligrafi

0 komentar

1.    Perngertian Kaligrafi
      Kaligrafi adalah ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya, dan tatacara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun. Atau apa-apa yang ditulis di atas garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis, serta menggubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara menggubahnya.”(Syeikh Syamsuddin al-Akfani, 1997 : bab “Hasyr al-Ulum”)   

Kontributor

Diberdayakan oleh Blogger.